MBKM
Bertukar Sementara Mencari Pengalaman di Masa Covid-19
Pertukaran Pelajar Mahasiswa adalah salah satu bentuk kegiatan pembelajaran dalam Program Merdeka Kampus Merdeka (MBKM). Pertukaran Pelajar Mahasiswa 2021 adalah program pertukaran mahasiswa selama satu semester yang memberikan pengalaman dan wawasan pada saat Covid-19. Saya memiliki kesempatan sekaligus dipercaya oleh dosen untuk mengikuti program pertukaran pelajar mahasiswa. Saya mengikuti program pertukaran mahasiswa ini ketika semester 4 dan mendapat kesempatan menjadi mahasiswa pertukaran di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Ketika pengumuman dinyatakan lolos dan diterima mengikuti kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka Kampus Merdeka (MBKM) rasa bangga, takut, tidak percaya diri tentu muncul dalam diri saya. Bangga karena saya dianggap mampu menjalankan program pertukaran mahasiswa. Takut akan tanggungjawab yang yang ada dipundak saya membawa nama Universitas Siliwangi jurusan Pendidikan Masyarakat keluar dari zonanya. Itulah rasa yang ada pada Mahasiswa Semester 4 ketika dipilih untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa.
Berikut syarat jika ingin mengikuti Pertukaran Pelajar Mahasiswa MBKM:
1. Mahasiswa SI non-vokasi, aktif pada semester 3, 5, dan 7 dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh tanah air.
2. Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,75atau memiliki pengalaman prestasi non-akademik tingkat daerah.nasional/internasional (dibuktikan dengan dokumen sahih).
3. Memiliki kemampuan dan peluang untuk mengembangkan penalaran, wawasan, serta berintegritas, kreatif, dan inovatif.
4. Tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan non-akademik pada perguruan tinggi pengirim.
5. Bersedia mentaati seluruh ketentuan tertulis pada buku pedoman operasional baku (POB) program pertukaran mahasiswa merdeka.
6. Mendapatkan rekomendasi dari perguruan tinggi (PT) asal dan izin orang tua/wali.
Pembekalan dilakukan secara Daring menggunakan Zoom Meeting dan Youtube Live.
Dalam forum tersebut terdapat berbagai mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dan dari mahasiswa berbagai daerah yang siap keluar dari zonanya untuk mencari pengetahuan dan pengalaman. Tujuan dari pertukaran mahasiswa MBKM antara lain:
1. Belajar lintas kampus sekaligus lintas daerah, wawasan ke-Bhinneka Tunggal Ika semakin berkembang, persaudaraan lintas budaya dan suku akan semakin kuat.
2. Menambah persaudaraan lintas daerah, suku, budaya.
3. Menambah ilmu pengetahuan yang diperoleh dari hasil pertukaran mahasiswa yang dapat dibagikan kepada kawan-kawan di perguruan tinggi.
Sedangkan manfaat yang saya peroleh dari pertukaran mahasiswa MBKM yaitu:
1. Mahasiswa memperoleh kompetensi tambahan.
2. Mahasiswa dapat menempuh mata kuliah di program studi lain yang tidak ditawarkan pada program studi asal.
3. Mahasiswa dapat menambah wawasan dan belajar mengenai suku, budaya, dan bahasa daerah.
4. Menambah relasi diprogram studi lain.
Ada beberapa privilege yang saya dapatkan ketika mengikuti pertukaran mahaasiswa MBKM salah satunya yaitu tidak perlu mengikuti mata kuliah yang dikonversi. Pada saat semester 4 terdapat mata kuliah Masalah sosial dan Pembangunan dan saya tidak perlu mengikuti mata kuliah tersebut digantikan oleh mata kuliah Patologi Sosial di program studi lain. Tetapi hal ini diperbolehkan jika ingin mengetahui dan mengikuti mata kuliah yang ada di program studi asal. Jadi, kita mendapatkan ilmu dari dua program studi sekaligus.
Benefit lain mengikuti program pertukaran mahsiswa MBKM yaitu:
1. 190++ universitas yang bisa kalian pilih
2. Bisa merasakan kuliah ditempat lain dan top university di Indonesia
3. Koneksi makin bertambah
4. Mengetahui media pembelajaran yang ada di program studi lain.
5. Kuliah 2 kampus sekaligus dalam satu semester.
Pada saat saya mengikuti pertukaran mahasiswa MBKM 2021, ketika covid-19 masih tinggi tingginya, maka pembelajaran dilakukan secara virtual. Tetepi menurut saya tidak kalah seru saat pembelajaran offline. Teman teman baru yang asik dan cepat akrab membuat saya merasa tidak asing ketika pembelajaran berlangsung secara virtual. Adapun perbedaan nama jurusan, di Universitas Siliwangi Jurusan Pendidikan Masyarakat dan di Universitas Negeri Semarang Jurusan pendidikan Non Formal, tetapi tidak ada perbedaan menganai kurikulum maupun materi hanya saja nama program studinya saja yang berbeda. Pandemi covid-19 tidak menghambat mahasiswa untuk mencari penagalaman dan relasi, mahasiswa pembawa perubahan tetap harus mencari wawasan walau terbatas dirumah saja, karena banyak sekali hal program yang memfasilitasi generasi muda untuk terus berkembang dan membangun negeri.
Dwi Siska

