MBKM
Berdampak dan Belajar melalui Program Kampus Mengajar Angkatan 2
Program Kampus Mengajar
Kampus mengajar adalah salah satu program yang di keluarkan langsung oleh Kemendikbudristek, untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswi indonesia untuk bisa merasakan pengabdian langsung dilapangan selama kurun waktu 5 bulan, selain itu program kampus mengajar ini sebagai wadah untuk mengembangkan skill dan pengetahuan mahasiswa dalam bidang pendidikan. benefit yang di dapatkan untuk mahasiswa yang mengikuti program kampus mengajar diantaranya:
a. Mendapatkan Konversi sebanyak 20 SKS
b. Mendapatkan Uang saku sebesar Rp. 1,200,000 /bulan
c. Mendapatkan Potongan UKT Maksimal Rp. 2.400.000
d. Mendapatkan Sartifikat Kampus mengajar
e. Menambah Pengalaman dan skill mahasiwa
Syarat Mendaftar Program Kampus Mengajar
Adapun prasyarat untuk mendaftar program kampus mengajar ini diantaranya:
a. Mahasiswa minimal duduk di semester 5
b. Berasal dari seluruh program studi sarjana dari perguruan tinggi di bawah koordinasi Ditjen Dikti
c. Memiliki IPK minimal 3.00
d. Diutamakan memiliki pengalaman mengajar dan berorganisasi
Dokumen yang perlu di siapkan yaitu :
a. Surat rekomendasi dari Dekan
b. Pernyataan Komitmen
c. Surat izin Orang tua
d. Surat keterangan sehat
e. Transkrip nilai
f. Surat/dokumentasi pengalaman mengajar dan berorganisasi (tidak wajib)
g. Sartifikat Prestasi (tidak wajib)
Beberapa poin diatas merupakan syarat dan dokumen yang harus di penuhi saat pendaftaran program kampus mengajar, selain itu ada beberapa dokumen yang harus di siapakan seperti Membuat CV, dan beberapa surat lainya yang dapat di unduh dalam web MBKM.
Pengalaman Kampus mengajar di SDN 1 Waleddesa
Assalamualaikum wr wb, Perkenalkan nama saya Dzuliani Faseha dari Universitas siliwangi jurusan pendidikan masyarakat, saya alumni perintis kampus mengajar angkatan 2 yang di tempatkan di SDN 1 Waleddesa kecamatan waled kabupaten cirebon, yang di bimbing oleh DPL yang merupakan dosen dari universitas Djuanda dan juga 5 rekan saya lainya yang berasal dari berbagai universitas di indonesia, saya sangat bersyukur bisa lolos seleksi kampus mengajar banyak hal baru serta pengalaman berharga yang tidak bisa saya dapatkan di kesempatan lainya, pada kesempatan ini saya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman mengikuti program kampus mengajar, ini kisah ku dimulai dari keingintauan saya mengikuti beberapa program MBKM yaitu kampus mengajar pada tahap awal ada tahap administartif dimana pada tahapan ini kita di minta untuk mengumpulkan beberapa dokumen dan juga sartifikat pendukung lainya untuk memenuhi persyaratan seleksi tahap awal, setelah lolos tahap awal baru kemudian ada ujian survei kebihnekaan, jika di nyatakan lolos pada kedua tahap tersebut baru kemudian kita akan di tempatkan di SD/SMP yang sudah di tentukan oleh panitia kampus mengajar dengan kurun waktu penugasan 15 Agustus-17 Desember 2021, alhamdulilah saya di tempatkan di SDN 1 Waleddesa yang tidak jauh dari tempat rumah tinggal saya.
Setelah di nyatakan lolos mahasiswa di berikan pembekalan dari pemateri selama satu minggu dengan materi yang di sampaikan seputar:
a. Pedagogi pendidikan dasar
b. Pengenalan Aplikasi AKSI untuk pembelajaran literasi dan numerasi
c. Startegi pembelajaran jarak jauh
d. Penerapan inovasi pembelajaran
e. Profil pelajar pancasila
f. Konsep perlindungan anak
g. Etika dan Komunikasi
h. Mahasiswa sebagai duta perubahan
Pada setiap sesi materi yang di sampaikan akan ada tugas yang harus di kerjakan sesuai dengan materi yang di berikan tujuanya agar mahasiswa dapat memahami serta memberikan pendapat untuk mengembangkan inovasi pada bidang pendidikan. Setelah pembekalan selesai selanjutnya kami harus berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat setelah berkoordinasi dengan dinas dan mendapatkan persetujuan selanjutnya kami survei lokasi SD sasaran dan berkoordinasi kembali dengan Korwill kecamatan waled untuk melaksanakan acara pelepasan mahasiswa kampus mengajar oleh DPL kepada kepala sekolah SDN 1 Waleddesa.
Penugasan
Pada pekan pertama program, kami observasi lingkungan sekolah, mendata dan merancang kegiatan program kerja untuk 5 bulan kedepan serta pendekatan dengan para guru dan siswa-siswi SDN 1 Waleddesa untuk mengetahui problem dan juga kendala dalam melaksanakan pengajaran, program yang kami rancang selanjutnya akan di persentasikan kepada guru-guru dan kepala sekolah dibawah sepengetahuan DPL. Pada pekan ke dua dan seterusnya kami fokus menjalankan Proker yang sudah kami persentasikan dan di setujui oleh fihak sekolah, secara garis besar Proker kami yaitu Literasi dan Numerasi ( Mading Edukasi,Bimbel, Dll), Adaptasi Teknologi (Penerapan Aplikasi AKSI), Administrasi sekolah (Pelatihan Administrasi SD).
Pelaksanaan proker terhenti tepatnya pada tanggal Senin, 11 Oktober 2021 telah terjadi kebakaran di gedung SDN 1 Waleddesa yang membakar 5 ruangan kelas di antaranya ruang kantor, ruang kelas 6, ruang kelas 2, ruang kelas 4 dan ruang kelas 3, musibah tersebut menghadirkan kesedihan yang sangat luar biasa bagi kami mahasiswa dan juga bagi para guru serta peserta didik sangat terpukul sangat terluka dan sangat memberikan rasa sakit yang begitu dalam bagi kami, yang saya pikirkan saat itu bagaimana anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman dan kembali bertemu dengan teman-temanya ( pada saat itu masih menerapkan tatap muka terbatas pasca belajar online) 4 ruangan kelas telah terbakar semua, semua administrasi, arsip-arsip sekolah hangus terbakar sehingga kami mahasiswa membantu dengan semaksimal mungkin dari mulai partisipasi tenaga, waktu untuk membuat dan merancang dari nol administrasi dari mulai buku tamu, buku induk dan lain sebagainya, kebakaran itupun memberikan tantangan baru bagi kami mahasiswa bagaimana caranya agar bisa memberikan semangat serta motivasi bukan hanya kepada guru dengan kepala sekolahnya saja tetapi kepada peserta didiknya agar tetap bersemangat untuk belajar, pasca kejadian itu banyak momen yang berharga seperti pengalaman membuat administrasi sekolah, guru dan peserta didik dan juga dari musibah tersebut terciptalah rasa gotong royong, kekeluargaan antara guru-guru serta rekan-rekan mahasiswa menjadi erat nilai kekeluargaan nya.
Saya yakin setiap musibah yang diberikan ada hikmah dibalik semua itu hikmahnya saya bisa bertemu dengan bapak bupati Cirebon saya bisa bertemu dengan guru-guru dan kepala sekolah Se-Kecamatan waled, bertemu dengan relawan yang membantu kami, dan juga bisa bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat yang lainnya yang peduli akan musibah yang menimpa SDN 1 Waleddesa. selain itu hikmah yang saya dapatkan yaitu saya bisa mengetahui administrasi sekolah secara utuh dari mulai buku induk, stabluk, kliper dll, serta bagaimana cara membuat buku induk, membuat surat permohonan, membuat berita acara, membuat proposal dana, membuat buku tamu, membuat absen membuat daftar nilai, membuat jurnal dan juga ada administrasi lainnya pengalaman yang berharga yang belum tentu saya dapatkan di tempat lain. Bapak pengawas SD waled pernah berkata kepada kami “ kalian mahasiswa yang di tempatkan di SDN 1 Waleddesa sangat istimewa karena dengan musibah besar ini bukan hanya fisik dan pikiran yang terkuras tapi mental kalian juga terasah ruang kelas yang dulu begitu nyaman di tempati kini kalian harus mengajar di tenda yang begitu panas, tapi semua itu akan menjadi pelajaran berharga untuk kalian karena tidak akan pernah di dapati di manapun”.
Dalam hal adaptasi teknologi saya dan rekan-rekan juga banyak memberikan program dan merealisasikan dari mulai program kelompok serta individu yang melibatkan adaptasi teknologi pertama kami membuat program pelatihan, membuat daftar hadir online di mana kami disitu mensosialisasikan mengenai bagaimana cara membuat daftar hadir online menggunakan Google form dan juga bagaimana manfaat serta dampak yang diberikannya, selain program tersebut saya dan rekan-rekan mempersembahkan adaptasi teknologi berupa menayangkan video edukasi, setiap akan memulai pembelajaran. Kami juga membantu dalam pelaksanaan AKM untuk kelas 5.
Di akhir penugasan kami membuat 3 program yang melibatkan teknologi seperti membuat video pembelajaran animasi dan juga membuat video dokumenter untuk ditampilkan kepada anak-anak sesuai dengan materi yang akan disampaikan, banyak hal yang kami lakukan dalam segi adaptasi teknologi selain membuat video edukasi saya juga sering membantu para guru untuk membuat video penilaian atau perlombaan ke tingkat provinsi dan alhamdulillah hasilnya ada siswa kelas 5 yang lolos seleksi tingkat provinsi hal tersebut menjadi apresiasi terbesar bagi kami khususnya mahasiswa yang telah berusaha memperkenalkan satu aplikasi mengedit video yaitu aplikasi canva sehingga para guru mulai mengetahui dan menggunakan aplikasi tersebut pada saat ada perlombaan yang melibatkan secara online atau berupa video untuk produknya.
Program Kerja Individu
Proker yang saya ciptakan dari program yang telah terealisasikan dilihat dari segi membantu mengajar banyak program ataupun inovasi yang telah saya berikan kepada wali kelas kelas 2 dan kelas 4 yang bertujuan untuk membantu wali kelas dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi saat proses pembelajaran berlangsung seperti di kelas 2 wali kelas mengeluhkan bahwa ada beberapa anak yang tidak mau belajar dikarenakan metode yang digunakannya tidak sesuai sedangkan saya memberikan saran kepada wali kelas 2 yaitu dengan memperkenalkan beberapa metode dan strategi yang saya dapatkan selama proses perkuliahan sehingga akan memudahkan wali kelas dalam menangani dan memberikan metode serta strategi yang tepat. Dalam membantu administrasi saya juga memberikan inovasi berupa bagaimana cara menilai siswa dengan cepat dan langsung terakses dan tersimpan di di laptop tujuannya untuk mempermudah wali kelas dalam menilai dan mengakumulasi semua nilai dari nilai PTS sampai PAS, saya juga membuat proker pribadi yaitu Melaksanakan Proker pribadi yang berjudul PANAS “Puzzle Nasional dan Video Pembelajaran” dengan sasaran kelas 4. Dilaksanakan pada kamis, 2 Desember 2021.
Manfaat penggunaan media Fuzzle:
1. Menumbuhkan rasa nasionalisme peserta didik sedari dini.
2. Melatih pola pikir peserta didik agar mampu berfikir kritis dalam menanggapi permasalahan yang ada.
3. Melatih konsentrasi dan ketelitian peserta didik
4. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik karena materi dikemas secara menarik
5. Meningkatkan keaktifan dan partisipasi peserta didik.
6. Meningkatkan pengetahuan dasar peserta didik terkait pendidikan non formal, formal dan informal.
7. Melatih peserta didik untuk mengetahui jenis pendidikan di indonesia itu ada apa saja.
Pelaporan
Saat pelaksanaan program kami juga harus melaporkan hasil nya setiap hari dengan mengisi logbook yang sudah di sediakan di web MBKM dan mengisi rekapan harian kegiatan KM, selain laporan harian ada juga laporan mingguan di mana setiap hari minggu kami mengirimkan rekapan laporan harian yang sudah di tandatanganin oleh DPL, apabila ada keterlambatan dalam mengirimkan laporan maka akan berpengaruh terhadap proses pencaiaran uang saku. selain itu selama 3 minggu sekali kami dan DPL rutin melakukan bimbingan. Khusus di akhir minggu ke 4 kami mengisi from penilaian mandiri dan teman sejawat untuk mengukur sudah sejauh mana kemampuan mahasiswa setalah pelaksanaan di lapangan, dan yang terakhir yaitu penyusunan laporan akhir kampus mengajar dengan arahan dan bimbingan DPL.
Hal menarik yang saya temukan selama kegiatan 5 bulan di SDN Negeri 1 Waled desa yaitu pertama saya menemukan hal baru, pengalaman baru, cerita menarik yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya pertama saya menyadari bahwa tidak mudah untuk menjadi seorang guru perlu kompetensi khusus serta memiliki rasa peka dan sabar saat menghadapi murid-murid, dalam proses pembelajaran saya dipertemukan bahwa karakter dan kompetensi anak berbeda-beda ada anak yang sangat manja ada juga anak yang sangat rajin sifat dan karakter anak yang berbeda-beda menjadi tantangan baru bagi saya dalam mengajar nya bukan hanya mengajar ,tetapi saya juga ditantang bagaimana saya bisa menghadapi karakternya sesuai dengan ciri khas anak tersebut karena setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukannya strategi dan metode yang tepat untuk memberikan pengajaran kepada anak.

