MBKM
Kegiatan Magang Dalam Program Pejuang Muda Kementrian Sosial
Perkenalkan, saya Nur Ikhfani Dwi Rizky Putri mahasiswa jurusan Pendidikan Masyarakat Universitas Siliwangi. Saya berkesempayan mengikuti salah satu program Kampus Merdeka, yaitu Pejuang Muda. Menteri Sosial Tri Rismaharini bekerja sama dengan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Pejuang Muda (PM) sebagai upaya pengentasan masalah social di Indonesia. Pejuang Muda (PM) merupakan kegiatan magang dari Kementrian social dengan tujuan memecahkan masalah secara kreatif dan inovatif berbasis pengalaman. Program pejuang muda merupakan laboratorium social bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuannya guna memberi dampak social yang nyata. Program ini setara dengan 20 SKS (1 semester perkuliahan). Bobot akademisi dan waktu yang panjang dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan ekpresi mahasiswa untuk membuat perubahan social. Program ini berlangsung tiga bulan, terhitung dari tanggal 13 Oktober 2021 hingga Desember 2021.
Apa saja syarat yang perlu disiapkan untuk mengikuti program Pejuang Muda ini? Ada beberapa syarat yang perlu disiapkan:
1. Mahasiswa program studi S1/Pendidikan vokasi semua jurusan
2. Mahasiswa perguruan tinggi aktif yang minimal berada di semester 5
3. IPK minimal 2,75
4. Memiliki pengalaman organisasi di lingkungan kampus maupun luar kampus
5. Memiliki kemampuan kerjasama dan komunikasi yang baik
6. Memiliki komitmen mengikuti dan menyelesaikan program Pejuang Muda
7. Bersedia mengikuti kegiatan online maupun offline
8. Tidak terikat program sejenis di institusi/lembaga lain
9. Siap dan bersedia ditempatkan di seluruh lokasi Indonesia
Selain itu, ada beberapa dokumen yang perlu disiapkan:
1. Mendaftar melalui www.pejuangmuda.kemsos.go.id
2. Mengpload dokumen berikut:
• Transip nilai terakhir
• Curriculum Vitae (CV)
• Essay tentang Sosial Entrepreneurship
3. Surat rekomendasi dari kampus
4. Portofolio
Setelah pemberkasan masuk, selanjutnya tahap seleksi. Ditahap ini mahasiswa mengikuti selekasi tertulis serta seleksi wawancara oleh tim panelis. Dalam seleksi wawancara ini, mahasiswa dibagi beberapa kelompok yang berisi 5 anggota dan semua berbeda kampusnya. Wawancara ini dilakukan secara online melalui zoom metting, mahasiswa diberi satu soal oleh mentor untuk menganalisis serta pemecahan masalah yang ada di daerah Papua, dimana daerah tersebut memeiliki beberapa daerah yang masih terpencil pendidikan belum merata serta banyaknya masalah social. Mahasiswa diberi waktu 15 menit untuk menganalisis masalah tersebut, memberikan solusi untuk masalah tersebut, serta gambaran atau konsep dari pemecahan masalah. Setelah tahap seleksi wawancara selesai maka ada pengumuman lolos tidaknya mahasiswa yang disampaikan melalui website https://pejuangmuda.kemensos.go.id/ beserta daerah penempatannya. Saya ditempatkan di Kota Sukabumi Jawa Barat dengan 12 anggota kelompok dari berbagai Universitas, sedangkan mentornya yaitu Ibu Halimah salah satu Dosen di Universitas Suryakencana Cianjur.
Untuk mahasiswa yang lolos, akan mendapatkan pembekalan selama 1 minggu dengan bebrapa mater:
1. Pemetaan masalah social
2. Komunikasi
3. Perencanaan proyek
4. Manajemen sumber daya
5. Kewirausahaan social
6. Pemahaman manajemen resiko
7. Mitigasi dan pengawasan
8. Kerja kelpmpok
9. Pengembangan diri
Pembekalan dilakukan secara online melalui Zoom metting dan Youtube Live dengan pemateri-pemateri yang luar biasa. Setelah pembekalan selesai serta jadwal pemberangkat sudah ada, kami berkoordinasi dengan koordinator kota untuk melakukan diskusi mengenai pemberangkatan.
Kegiatan minggu pertama bersilaturahmi serta menyampaikan tujuan program Perjuang Muda ke Dinas Sosial di Kota Sukabumi. Serta pemetaan masalah yang ada di Kota Sukabumi. Terdapat 7 kecamatan dan hasil dari pemetaan ini menujuk pada Kecamatan Baros untuk dilakukan pemberdayaan social. Minggu kedua turun Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimana data tersebut harus divalidasi dan verifikasi secara langsung tepatnya di Kecamatan Baros dengan demikian Team Based Project juga akan melakukan beberapa Assesment pada masyarakat. Informasi dari Kasi Kesos beserta jajarannya di Kecamatan Baros, menemukan banyaknya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan social yang terlilit hutang serta bertumpu pada bantuan social pemerintah, hal ini menimbulkan banyaknya masalah social yang ada di Kecamatan Baros tepatnya Kelurahan Sudajaya Hilir. Permasalahan ekonomi ini dilatar belakangi oleh sulitnya mencari pekerjaan karena pandemic Covid-19 dan kebanyakan dari mereka memiliki mata pencaharian buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, para KPM sedikit bergantung dan harus mencari cara untuk menutup kebutuhannya, salah satunya dengan memunjam uang.
Beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah terbiasa untuk meminjam uang, mulai dari pinjam kepada keluarga, tetangga, bahkan sampai meminjam secara online. Yang mana ketika KPM tidak dapat membayar pada tenggat waktu yang telah ditentukan, data pribadi bersangkutan disebar pada seluruh kontak seluler nya. Hal tersebut sudah menjadi budaya yang mengakar di masyarakat Sudajaya Hilir, bahkan di antara Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial saling merekomendasikan untuk meminjam uang sampai akhirnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial terlambat mengembalikan pinjaman dan terlilit hutang. Berdasarkan hasil asesmen lanjutan, para KPM sebenarnya ingin melakukan kegiatan yang bernilai ekonomi, namun mereka tidak mengetahui hal-hal apa saja yang harus mereka lakukan. Selain itu, mereka juga terhalang oleh ketidaktersediaan modal sehingga keinginan hanya sebatas dalam pikiran saja dan belum bisa direalisasikan. Para KPM sangat menantikan sebuah kegiatan yang dapat membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari, hanya saja hingga saat ini belum ada pihak yang memfasilitasi.
Dokumentasi saat melakukan rekapan DTKS serta verifikasi data dan validasi serta Asessment pada masyarakat.
Dari informasi diatas, tim Pejuang Muda atau biasa disebut Team Based Projrect melakukan diskusi bersama Koordinator Kota Sukabumi serta Kasi Kesos Kecamatan Baros untuk mencari solusi atas permasalahan social yang ada di Kelurahan Sudajaya Hilir. Setelah beberapa hari berunding dan mencari solusi yang tepat akhirnya kami menemukan kegiatan yang cocok untuk para KPM Sudajaya Hilir. Kegiatan ini diberi nama WARUGA (Wadah Keluarga) yang didalamnya terdiri dari pelatihan-pelatihan yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan para KPM. Inovasi yang diterapkan dalam WARUGA adalah menghadirkan berbagai kelas pelatihan peningkatan kapasitas diri sesuai kebutuhan kondisi KPM bantuan sosial Sudajaya hilir, yakni terdiri dari pelatihan kewirausahaan sosial, pelatihan manajemen kelompok, pelatihan pengolahan hingga pemasaran gaplek serta pelatihan membuat BMC (Business Model Canvas) guna memetakan potensi bisnis gaplek. Selain itu WARUGA membentuk sistem pendukung agar program dapat berjalan secara berkelanjutan, dimulai dari terbentuknya Core Group yang terdiri dari Koordinator PKH Kota Sukabumi, Koordinator Kecamatan Baros Kota Sukabumi, Pekerja sosial masyarakat serta ketua RT RW setempat sebagai pihak yang bertanggung jawab dan mengkoordinir seluruh rangkaian intervensi, serta telah bekerja sama dengan WARUGA (Wadah Keluarga) sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Sudajaya Hilir 8 pendamping koperasi dinas koperasi UMKM perindustrian dan perdagangan (DISKOPERINDAG) Kota Sukabumi guna memfasilitasi keberlanjutan WARUGA menjadi Koperasi sentra pengolahan Gaplek. Manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat setelah adanya program WARUGA adalah memanfaatkan sumber daya guna mencapai tujuan pembangunan yakni meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, terwujudnya masyarakat yang produktif dengan terciptanya kegiatan reguler yang berkelanjutan, terciptanya masyarakat yang mandiri, meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, membantu tercapainya tujuan Program Keluarga Harapan dengan peningkatan angka graduasi mandiri sejahtera.
Dari kegiatan Pejuang Muda, saya mendapatkan banyak sekali pengalaman terutama dalam bersosialisasi kepada banyak masyarakat, serta mengetahui fakta-fakta yang ada dilapangan. Banyak mahasiswa yang hanya belajar dalam kelas, namun tidak belajar langusng dilapangan menurut saya hal tersebut akan merugikan diri sendiri karena apa yang dipelajari saat perkuliahan dan fakta dilapangan itu biasanya bertolak belakang. Jadi kita harus lebih banyak belajar dari lingkungan luar agar bisa mempersiapkan mental saat kerja nantinya.
Program ini juga memberikan Benefit yang luar biasa:
1. 20 SKS yang dikonversi
2. Uang saku
3. Transport PP
4. Atribut (kaos, rompi, jaket, tas ransel)
5. Sertifikat
6. Ilmu yang bermanfaat
Mari berjuang untuk kemajuan Indonesia

